Sabtu, 21 Mei 2011

The Translation Of Surah Al-Infithor Word-for-Word n Global (Belah Sigar, Terbelah, The Cleaving) in Java, Indonesia n English.

Bismillaahirrohmaanirrohiim.

1. Idzas samaa'unfathorot.

    idzaa           : samangsa, ketika, when
    assamaa-u : utawi langit kuwi, adapun langit itu, the heaven
    infathorot    : iku wis pecah opo langit, adalah ia telah terbelah,
                          is cleft asunder

    - Nalikane langit iku wis pecah.
    - Ketika langit itu telah terbelah.
    - When the heaven is cleft asunder.

2. Wa idzal kawaakibuntatsarot.

     wa idzaa         : lan samangsa, dan ketika, and when
     al-kawaakibu : utawi piro piro lintang kuwi, adapun beberapa bintang itu ,
                               the stars
     intatsarot        : iku wis rontok opo lintang, adalah ia telah jatuh
                               berserakan, are scattered

     - lan samgangsa  lintang lintang kuwi wis rontok.
     - dan ketika bintang bintang itu itu sudah telah jatuh berserakan.
     - and when the stars  are scattered

3. Wa idzal bihaaru fujjirot

     wa idza           : lan samangsa, dan ketika, and when
     bihaaru           : utawi piro-piro segoro, adapun lautan-lautan itu,
                               the Oceans
     fujjirot              : iku wis dipancarake, adalah telah dipancarkan,
                               are suffered burst forth

     - Lan samangsa segoro-segoro wis dipancarake.
     - Dan ketika lautan-lautan telah dipancarkan.
     - And when the Oceans are suffered burs fort.

4. Wa idzal qubuuru bu'tsirot.
   
    wa idzaa      : lan samngsa, dan ketika, and when
    al-qubuuru    : utawi piro-piro kuburan kuwi, adapun kuburan-kuburan itu,
                            the Graves     
    bu'tsirot        :  iku wis dibukak lemahe, adalah telah dibungkar,
                             are turned upside down

    - Lan samangsa kuburan-kuburan kuwi wis dibukak lemahe.
    - Dan ketika kuburan kuburan itu telah dibuka tanahnya.
    - nd when the Graves are turned upside down.

5. 'Alimat nafsum maa qoddamat wa akhkhorot.

    'alimat        : mongko bakal weruh, niscaya telah mengetahui,
                         then shall known
    nafsun        : sopo saben saben jiwo, siapa masing masing jiwa,
                          each soul
    maa           : ing opo opo, pada apa apa, what
    qoddamat : kang wis dilakoni, yang telah dikerjakan, it hath sent forward
    wa akhkhorot: lan kang wis dilaleake, dan yang telah dilalaikan,
                             and kept back

    - Mongko saben saben jiwo bakal weruh opo-opo kang wis dilakoni
       lan opo opokang wis diremehne.
    - Niscaya masing masing jiwa telah mengetahui apa-apa yang telah
      dikerjakan
      dan apa apa yang telah dilalaikan.
    - Then shall each soul known what it hath sent forward and
       (what it hath) kept back

6. Yaa ayyuhal insaanu maa ghorroka birobbikal kariimi.

     yaa ayyuhaa : hee eling eling, wahai ingatlah, O
     al-insaanu     : poro menungso, para manusia, men
     maa               : utawi opo, adapun apa, what
     ghorroka       : iku kang wis mbujuk marang siro, adalah yang telah
                              memperdayakan pada kamu, has sduced you
     biroobika      : saking Pangeran siro, terhadap Tuhanmu, from their Lord
     al-kariimi      : kang Moho Luman, yang Maha Pemurah, Most Beneficent

     - He eling eling poro enungso, opo kang wis mbujuk siro
       (nganti durhoko) marang Pangeraniro Kang Moho Luman kuwi? 
     - Wahai manusia, apa yang telah memperdayakan kamu
       (sehingga durhaka) kepada Tuhan kamu Yang Maha Pemurah itu?
     - O men ! What has sduced thee (you) from thy Lord Most Beneficent?

Membangun Budaya Politik Parpol

     Berbicara tentang budaya politik (plotical culture) mau tidak mau harus memperhatikan tiga konsep besar, yakni; nlai (values), norma (norms) dan etika (ethics). Bahkan tiga hal tersebut saling menunjang dan sering kali saling kait mengkait.
     Nila (values) adalah sesuatu yang dijunjung tinggi karena dianggap penting dan merupakan panduan bagi pemiliknya dalam pencarian jati diri. karena sifatnya yang sangat penting, maka harus dikedepankan, harus menjadi skala prioritas, sekaligus menjadi barometer untuk memilah dan memilih.. Memilah mana yang layak dan  tidak layak, memilih mana yang berbobot dan tidak. Memilah mana yang perlu dibela dan mana yang cukup dibiarkan saja. Akhirnya juga untuk memilih apakah sesuatu itu layak dipikirkan dan diperjuangkan.
     Semua itu tergantung pada nilai yang ditetapkan oleh  organisasinya. Suatu parpol yang mengambil konsep kebangsaan dan kerakyatan sebagai nilai misalnya, maka parpol ini mempunyai konsekwensi agar apa yang dipikrkan, disikapi dan diperjuangkan tak lepas dari wilayah itu. Bila sikap, prilaku, danperjuangan partai justru lebih banyak membela kepentingan konglomerat dan sebaliknya membiarkan  (rakyat jelata) terinjak injak haknya, maka partai ini tidak menjadikan nilai kebangsaan da kerakyatan sebagai identitasnya. Mungkin hanya sekedar atribut simbolik yang fungsinya dibatasi pada mobilisasi dukungan. Itu bukan nilai namanya, tapi sekedar untuk abang abang lambe.
      Nilai bagi parpol adalah sebuah kehormatan, suatu harga diri, dan suatu komitmen. Jadi, kalau ada anggota parpol yang sering melanggar nilainya sendiri, maka itu pertanda bahwa yang bersangkutan tidak punya komitmen beraktualisasi melalui wadah parpol.
     Mungkin yang bersangkutan aktif di parpol sekedar iseng belaka, sekedar kararsis. Katarsis itu analog dengan orang yang mampir ke WC umum untuk buang hajat, setelah kebutuhan hajatnya terpenuhi, lalu pergi begitu saja, tanpa ada rasa tanggng jawab membersihkan kotorannya. Ia menganggap bahwa buang kotoran adalah haknya, sedang siapa yang membersihkan tidak mau tahu. Yang jelas orang inilah yang disuruh membersihkannya.
     Nilai bagi parpol haruslah mewarnai sampai ke level yang sedetil detilnya. Perencanaan, program aksi, sampai ke atribut fisik pun semestinya mewadahi nilai yang dirumuskannya sendiri. Dengan demikian, nilai itu mengalami proses pendarahdagingan, merasuk dalam setiap sendi kehidupan anggotanya.
     Nilai memang tidak berbicara soal target, soal hasil, dan aspek fisikal kuantitatif lainnya. Tidak ! nilai adalah suatu abstraksi. Artinya, nlai itu memberi inspirasi dan motivasi dalam berkreasi bagi anggotanya.      
      Memang dibanding pintu masuk yang lain (misal kekuaaan ekonomi, kekuasaan politik, ataupun kekuasaan koersif), kekuasaan nilai ini tidak memiliki daya dorong yang kuat. Bahkan juga tidak memiliki daya paksa yang handal. Kekuasaan nilai lebih bersifat simbolik.
      Karena itu lingkup kerjanya sebatas di wilayah 'kesadaran' (awarness) individu. Boleh dikata, cara kerja nilai merayap, lambat, bersifat akumulatif dan evolusioner. Butuh waktu bertahun tahun, berpuluh tahun bahkan ratusan tahun untuk mencapai tingkat induktif (induction) yang meluas.
     Meskipun lambat dan evolusioner, peran nilai jangan diremehkan. Bila sebuah nilai telah berhasil menjadi ranah keyakinan masyarakatnya, maka nilai itu dapat menjadi lokomotif penggerak masyarakat (social movement) yang sangat efektif. Para anggotanya bisa menjadi militan dalam menjaga nilai nilai tersebut.
     Bila sistem nilai bersatu dengan sistem  keyakinan, tak ada kekuasaan lain (kecuali kekuasaan Tuhan) yang mampu mencegah mobilisasinya. bagi invidu, sistem nilai yang demikian itu, identik dengan kehormatan, harga diri, dan bahkan melebihi harga nyawanya sendiri. Hidupnya sendiri. Orang jawa yang loyal terhadap nilai nilai perjuangan tertentu bisa berbuat sesuatu hingga titik darah penghabisan. Persis seperti yang tersurat dalam jargon; rawe rawe rantas, malang malang putung; pecah ing dada mutah ing ludira. membela keyakinan itu nyaris menyamai prilaku jihad fii sabiilillah. Perang di jalan Allah demi menegakkan agama. Mereka yakin bahwa perangainya itu dijamin akan diganti dengan surga di akhirat kelak.
     Kekuasaan simbolik menurut JB Thomson dalam D. Michel--edt (Communication Theory Today, Cambridge, l991), didefinisikan kemampuan menggunakan bentuk bentuk simbolik untuk mencampuri dan mempengaruhi jalannya aksi atau peristiwa.
     Selanjutnya disebutkan bahwa kekuasaan itu mempunyai banyak bentuk. Kekuasaan ekonomi misalnya, dilembagakan dalam industri, kekuasaan politik dilembagakan dalam aparatur negara, kekuasaan koersif dilembagakan dalam organisasi militer, dan sebagainya.
     Menurut saya, kekuasaan nilai dilembagakan dalam pola pikir. aya lebih tertarik dalam ranah pola pikir, sebab ketika sistem nilai dilanjutkan dalam praksis maka pola pikir akan jatuh ke pola emosional; seperti prasangka, iri dengki, skeptisme membabi buta, dan ekspresi melu grubyuk ga weruh ngrembuk (sekedar ikut ikutan walau tak tahu pokok persoalan)
     Tetapi bila melalui pola pikir, maka tindakannya yang mengacu pada nila tertentu itu sudah berdasarkan evaluasi kritis, sudah melalui pertimbangan yang rasional, sehingga yang bersangkutan mengetahui alasan alasannya mengapa mesti harus berbuat sesuatu.

     Kekuasaan lainnya itu sesungguhnya juga merumuskan nila nilai tertentu sebagai instrumen epistemologis, suatu perangkat makna untuk melegitimasi kekuasaannya.Misal dalam militer, perbuatan disersi adalah suatu perbuatan yang dilarang dan memiliki sanksi yang berat. Hal tersebut karena dalam militer menjunjung tinggi (nilai) dokma sistem komando, loyalitas terhadap atasan, dan sentimen corp.
     Saya ingin menegaskan sekali lagi, bahwa nilai itu merupakan suatu sendi yang menentukan kekohan dalam organisasi.
     Apalagi dalam parpol, nilai bukan bukan hanya sekedar penting, tapi merupakan jati diri kelembagaan. Eksistensi suatu parpol bisa terbaca dari pencitraan simbolik. Penerimaan masyarakat terhadap parpol dapat ditengarai dar brand image--nya.
     Suatu nilai, bentuk dan orentasinya harus menyesuaikan dengan obyeknya. Nilai temtang 'Untung atau Laba' misalnya, lebih pantas dirunjuk untuk urusan perdagangan. Dia akan menjadi paradoks jika diterapkan dalam masalah amal jariyah . Dalam masalah amal jariyah rumusan nilai yang lebih tepat adalah ikhlas atau mengharap ridlo dari Allah semata. Displin fisikal misalnya, lebih cocok untk kalangan militer, ia justru bersifat restriksi di kalangan seniman.
     Selanjutnya nilai 'gotong royong', 'saling tolong menolong' dan 'kerjasama' adalah nilai nilai yang sangat diharapkan dalam ranah kebaikan (konstruktif), tapi menjadi sebaliknya (destruktif) ketika diterapkan untuk menggarong, membunuh rakyat sipil yang tidak berdosa, atau untuk sindikalisme penguasaan asset orang lain.
     Nilai konflik hanya cocok untuk karya fiksi, bila dijadikan etos dalam proses sosial justru menyebabkan dis-integrasi.
     Nah, dalam politik, nilai apakah yang relevan?
     Politik adalah hal-hal yang bersangkut paut dengan urusan kemaslahatan ummat. Jadi, orentasinya bukan individualtas. Kalau ada partai yang orentasinya individualitas, pasti punya manifestasi yang semakin jauh dari kemaslahatan ummat. Soal seperti apa rumusannya, hal itu sangat tergantung pada kepiawaian partai masing masing.
     Rmusan yang relevan bagi kemaslahatan ummat, tak jauh dari konsep keadilan, transparasi, demokrasi, kesejahtraan rakyat, kemanusiaan, dan sebagainya.
     Nilai nilai yang dirumuskan oleh partai tujuannya membebaskan dari belenggu dan menuju kepada kehidupan yang lebih baik. Masalahnya, acapkali nilai nilai yang sudah baik itu dipergunakan oleh rezim tertentu hanya sebatas demikepentingan mempertahankan status quo, sehingga efeknya tidak membebaskan, tetapi justru membelenggu. Akhirnya kebeasan hanya sebatas retorika simbolik sementara praksisnya menjadi kohersif dan hegemonik.
     Orde Baru sebagai contoh, sangat piawai membungkus tujuan tujuan koersif dan otoritaria dengan simbol simbol yang menawan hati. Akhirnya nilai hanya sekedar berfungsi sebatas ratio instrumental belaka. Kata kata 'persatuan dan kesatuan' diintrodusir secara besar besran sebagai doktrin, tetapi bermakna kesatuan dalam arti sesuai penafsirannya.
     Kata kata 'demi stabilitas nasional' dimaknai tida boleh mengkritik apalagi berbeda haluan. Demokrasi Pancasila, dimaknai sebatas 'bersih lingkungan' (artinya tidak boleh tersangkut peristiwa 30 September l965). Kata kata 'demi kepentingan umum' dimaknai demi kepentingan konglomerat.
     Inilah yang disebut manipulasi nilai. Jika di dalam partai, nilai nilai hanya dimaknai secara subyektif seperti itu, maka sebagus apapun rumusannya tak bakalan memiliki daya dobrak yang efektif. 
Bersambung.......

Jumat, 20 Mei 2011

The Translation of Surat Al-Falaq (The Daybreak) word by word in Java, Indonesia n English

Bismillaahi al-rohmaani al-rohiimi

Kelawan asmanipun Allah kang Maha Welas tur kang Maha Asih.
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
In the name of Allah, the Most Gracious the Mos Merciful.

1. Qul 'auudu birobbi al-falaqi

qul                 : dawuha                                 : katakanlah            : say
'auudzu         : kawula nyuwun pangareksa : saya  berlindung    : I seek refuge
birabbi           : kelawan pangerane              : dengan Tuhannya : with the Lord
al-falaqi         : waktu subuh                         : waktu subuh          : the day-break

* Dawuha,"Kawula nyuwun pangareksa kelawanPengerane waktu subuh"
* Katakanlah, "Aku berlindung dengan Tuhan yang menguasai waktu subuh"
* Say, "I seek refuge with the Lord of the daybreak

2. Min syarri maa kholaqo

min             : saking                     : dari                           : from
syarri         : awane                       : kejahatan                 : the evil
maa           : barang                     : apa yang                  : what
kholaqa      : kang Allah titahake : Allah telah jadikan    : He has created

* Saking awanipun sedaya barang kang Allah sampun titahake
* Dari kejahatan (makhluk) yang Dia ciptakan
* From the evil of what He has created

3. Wamin syarri ghoosiqin idzaa waqoba

wamin       : lan saking                                 : dan dari               : and from
syarri        : awanipun                                 : kejahatan            : the evil
ghoosiqin  : bengi                                        : malam                  : darkness
idzaa         : nalikane                                   : ketika                   : when
waqoba     : bengi wis peteng                     : ia telah gelap       : it is intense
                    dedet                                        gulita

* Lan saking awanipun wedal ndalu nalika sampun peteng dedet
* Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita
* And from the evil of the darkening (night) as it comes with
   its darkness


4. Wamin syarri al-naffaatsaati fi al-'uqodi

wamin              : lan saking    : dan dari                            : and from
syarri               : awanipin        kejahatan perempuan2.  : the evil
al-naffaatsaati: pira2 tukang sihir      : para penyihir yang : the witches
                           kang pada nyembur.  yang meniup.           who blow
fi                      : ing ndalem    : di dalam               : in
al-'uqodi         : pira2 bundelan  : beberapa buhul   : the knots

* Lan saking awanipun para tukang sihir kang pada
   nyembur ing dalem bundelan2
* Dan dari kejahatan (perempuan2) penyihir yang meniup
   pada buhul2 (tali)
* And from the evil of the witces who blow in the knots.

5. Wamin syarri haasidin idzaa hasada

wa min             : lan saking       : dan dari                          : and from
syarri               : awanipun         : kejahatan                        : the evil
haasidin           : tyang kang hasud : orang yang dengki  : envier
idzaa                : nalikane                 : ketika                        : when
hasada            : deweke hasud       : dia dengki                : he envies

* Lan saking awanipun tyang kang hasud nalikane deweke hasud
* Dan dai kejahatannya orang yang dengki apabila dia dengki
* And from the evil of the envier when he envies

  Shodaqollaahu al-adliimu.....

Daftar Pustaka:

l.  Al-Ibriz   by KH Bishri Musthafa, Rembang,l959.
2. Study the Noble Qur'an by Daarussalaam, Riyadh,2000
3. Al-Qur'an terjemahan Indonesia-Inggris by Qomari, Solo, 2008
4. Tafsir Al-Qur'an Suci Basa Jawi, Prof. KHR Muhammad Adnan,
     Surakarta, l997
5. Yassarnal Qur'an, Ust. Ahmad Hariadi n Ust Lukman Sa'ad, Garut, 2004
6. Tejemah Al-Qur'an kata per kata dlm bhs Jawa, Indonesia n Inggris,
     Sudono Assyuaiby, naskah, 2008 (blm terbit)

The Translation of Surat Al-Ikhlas (The Purity) no 112 word by word in Java, Indonesia n English

Bismillaahi al-rohmaani al-rohiimi

1. Qul hua Allaahu ahad

qul             : dawuha sira Muhammad    : katakanlah Muhammad : say O Mohammad
hua            : utawi dzat kang ditakoake: adapun Dia                    : He
Allaahu      : iku Gusti Allah                    : adalah Allah                   : is Allah
ahadun      : yaiku siji ngijeni                 : adalah satu                    : that One

* Dawuha sira Muhammad, "Dzat kang sira takoake iku Allah ta'ala kang siji ngijeni"
* Katakanlah Muhammad, "Dialah Allah yang Maha Esa"
* Say O Mohammad, " He is Allah, the One"

2. Allaahu al-shomadu

Allaahu         : utawi Gusti Allah          : adapun Allah                 : Allah
al-shomadu  : iku dzat kang disuwuni : adalah tempat meminta: the self-sufficient
                       barang kebutuhan          segala sesuatu

* Utawi Allah iku kang disuwuni barang kebutuhan
*Adapun Allah itu adalah tempat meminta segala sesuatu
* Allah--the Self-Sufficient Master, Whom all creatures need.

3. Lam yalid walam yuuladu

lam        :ora                : tidak                     : not
yalid      : peputra        : dia beranak          : He begets
walam   : lan ora          : dan tidak              : nor
yuuladu: pinutrakake   : Dia diperanakkan : He was begotten

* (Allah) niku ora peputra lan ora pinitrakake
* (Allah) itu tidak beranak dan tidak pula diperanakkan
* He begets not, nor He begotten

4. Walam yakun lahu kufuwan ahad

walam yakun  : lan ora ana               : dan tidak ada           : and (there) is not
lahu                : marang Allah             : terhadap Dia            : unto Him
kufuwan         : iku madani                 : adalah yg setara      : co-equal
ahadun           : sopo  sawiji wiji         : siapapun orangnya   : anyone

* Lan ora ana sawiji kang madani
* Dan tidak ada seorangpun yang setara dengannya
* And there is none co-equal or comparable unto Him

The Translation of Surah Al- Kaafiruun ( The Disbelievers) word by word in Java, Indonesia n Enflish

Bismillaahirrohmaanirrohim

1. Qul yaa ayyuhal kaafiruun

qul                 : dawuha sira          : katakanlah     : say
Yaa ayyuhaa: hee eling2              : wahai ingat2  : 0
al-kaafiruuna: wong2 kang padha   : orang2 kafir   : disbelievers
                        kafir                      

* Dawuha sira Muhammad,"Hee wong2 kafir"
* Katakanlah Muhammd, "Wahai orang2 kafir"
* Say O Muhammad,"O Al-Kaafiruun/Disbelievers"

2. Laa a'budu maa ta'buduuna

laa             : ora                      : tidak                    : not
a'budu       : ingsun nyembah : saya menyembah     : I shall worship
maa           : ing barang          : pada apa yang        : that which
ta'buduuna: kang sira kabeh : kalian sembah             : you worship
                    padha nyembah

* Ingsun ora bakal nyembah apa2 sing sira sembah
* Saya tidak akan menyembah apa2 yang kalian sembah
* I worship not that which you worship

3. Walaa antum 'aabiduuna maa a'budu

walaa        : lan ora                     : dan tidak             : and not
antum       : sira kabeh                 : kalian semua        : you
'aabiduuna: iku sira kabeh             : adalah kalian        : you worship
                   sembah                       sembah
maa           : ing barang                : pada apa2            : tha which
a'budu       : kang ingsun sembah: yang saya sembah: I worship

* Lan sira kabeh ora bakal nyembah apa sing tak sembah
* Dan kalian tidak akan menyembah apa yang saya sembah
* Nor will you worship that which I worship

4. Walaa anaa 'aabidun maa 'abadtum

walaa        : lan ora                             : dan tidaklah             : and not
anaa         : utawi ingsung                   : adapun saya           : I
'aabidun    : iku bakal nyembah ingsun: adalah yang            : shall worship
                                                               menyembah
maa           : ing barang                        : pada apa2               : that which
'abadtum   : kang sira kabeh nyembah : yang kalian sembah: you're worshiping   

* lan ingsun ora bakal nyembah apa sing sira sembah
* Dan saya tidak akan menyembah apa yang kalian sembah
* And I shall not worship that you are worsjping

5. walaa antum 'aabiduuna maa 'abadtum

walaa          : lan ora                     : dan tidak                               : and not
antum         : utawi sira kabeh      : adapun kalian                        : you
'aabiduuna  : iku sira kabeh          : adalah kalian menyembah     :will worship
                      sembah
maa             : ing barang               : pada apa2                            : that what
a'budu         : kang ingsun sembah: yang saya sembah               : I worship

6. lakum diinukum waliya diini

lakum           : iku keduwe sira kabeh  : adalah bagi kalian           : to you
diinukum      : utawi agama sira kebah: adapun agama kalaian   : your religion
waliya         : lan iku keduwe ingsun   : dan adalah bagi saya     : and to me
diini             : utawi agama ingsun      : adapun agama saya       : my religion

* Kanggo sira kabeh agama sira dewe, kanggo aku agamaku dewe
* Bagimu agamamu, bagiku agamaku
* To you be your religion, and to me my religion

The Translation of Surat Al-Nashr (Pitulung, Pertolongan, The Help) word by word in Java, Indonesia n English

Bismillaahi al-rohmaani al-rohiimi

1. Idzaa jaa a nasrullaahi wa al-fathu

idzaa          : nalikane             : ketika                  : when
jaa a          : wis tumeka         : telah datang       : comes
nashru       : apa pitulungan   : apa pertolongan : the help
allaahi        : Gusti Allah          : Allah                    : Allah
wa al-fathu: lan kemenangan: dan kemenangan : and Victory

* Nalika pitulungan lan kemenangan saking Allah wis tumeka
   (karebute Mekah)
* Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan
* When comes the Help of Allah and Victory (the conquest of Makkah)

2  Wa roaita al-naasa yadkhuluuna fii diini Allaahi afwaajan

wa roaita        : lan sira wis weruh      : dan kamu telah melihat : and you see
al-naasa         : menungsa                   : manusia                        : the people
yadkhuluuna    : padha melebu kabeh  : mereka masuk              : they enter
fii al-diini         : ingndalem agamane    : dalam agama               : in religion
Allaahi            : Gusti Allah                   : Allah                             : Allah
afwaajan       : halih golong gemolong : dengan berbondong    : in crowds
                                                               bondong

* Lan sira weruh menungsa padha melebu  agamane Allah kelawan golong gemolong
* Dan engkau melihat manusia berbondong bondong masuk agama Allah
* And thou does see the people enter Allah's Religion in crowds

3.Fasabbih bihamdi robbika wastaghfirhu innahu kaana tawwaaba

fasabbih       : mangka sira tasbiha: maka bertasbihlah : celebrate
bihamdi         : kelawan muji              : dengan memuji      : by the praises
robbika          : pengeran sira            : Tuhanmu               : your Lord
wastaghfirhu : lan nyuwuna sepura : dan mohonlah        : and pray for
                        sira marang Allah        ampun pada-Nya      His Forgivenes
innahu           : setuhune Allah          : sesungguhnya Dia  : verily He
kaana            : iku ana Allah              : adalah Allah           : is
tawwaaba     : iku akeh ngapurane   : adalah Maha          : Oft Returning
                                                             menerima taubat     ( in forgiveness)

*Mulane sira macaha tasbih kelawan muji ing Pangeranira,serta nyuwuna pangapura
  ing Allah, setuhune Allah iku kapareng banget ngapura dosa
* Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya,
   sungguh, Dia Maha Penerima tobat
* Celebrate the praises of thy Lord, and pray for His Forgiveness;
   For He is Oft Returning (in forgiveness)

The Translation of Surat Al-Massad (Urup, Gejolak Api, The Palm Fiber) word by word in Java, Indonesia n English

Bismillaahi al-rahmaani al-rahiimi

Kelawan asmane Allah kang Maha Welas lan Maha Asih
In the name of Allah, the Most Gracious the Most Merciful

1. Tabbat yadaa abii lahabin watabba

tabbat       : cilaka                         : binasalah          : perish
yadaa        : opo tangan lorone    : dua tangannya : the two hands
abii lahabin: abu lahab                  : abu lahab          : abu lahab
watabba    : lan bakal kapitunan   : dan binasalah    : and perish he
                    sapa abu lahab             abu lahab

* Cilaka tangan lorone Abu Lahab lan Abu Lahab bakal kapitunan
* Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar2 binasa dia
* Perish the two hands of Abu Lahab and perish he

2. Maa aghnaa 'anhu maaluhu wamaa kasaba

maa aghnaa : ora nyugihaken     : tidaklah berguna      : it will not benefit
'anhu            : saking abu lahab   : darinya                     : from him
maaluhu        : apa bondone        : hartanya abu lahab  : his wealth
                       abu lahab
wamaa          : lan barang kang   : dan apa yang           : and what
kasaba          : nyambut gawe     : dia telah usahakan   : he earned
                        sapa abu lahab

*Ora bisa nyugihake bandane (lan anakke) serta  penggaweane
* Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan
*His welth (and children) will not benefit him

3. Sayashlaa naaron dzaata lahabin

sayashlaa    : bakal nyemplung : kelak dia akan masuk : he will be bernt
                      sapa abu lahab
naaron        : ing neraka            : ke dalam neraka        : in a fire
dzaata         : kang anduweni    : yang memiki               : of
lahabin         : mulat2/murub      : menyala nyala           : blazing flames

* Deweke bakal nyemplung ana ing neraka kang murub
* Kelak dia akan masuk ke dalam neraka yang menyala-nyala
* He will be bernt in a fire of blazing flames

4. Wamroatuhu hammaalata al-hathobi

wamroatuhu    : lan bojone abu lahab : dan istrinya      : and his wife
hammaalata     : hali nggendong          : dalam keadaan : (who is) carrier
                                                                membawa
alhathobi          : kayu bakar                 : kayu bakar       : wood

* lan bojone abu lahab nggendong kayu bakar(nyebar fitnah)
* Dan istinya (begitu juga) pembawa kayu bakar (penyebar fitnah)
* And his wife, too, who carries wood

5. Fii jiidihaa hamblun min masadi

fii               : iku tetep ing ndalem        : adalah di dalam              : in
jiidihaa       : gulune bojone abu lahab: lehernya                         : her neck
hablun       : utawi tampar                   : adapun tali                     : (will be)
                                                                                                        twisted rope
min  masadi: saking dadung                : dari sabut yang              : of palm fiber
                                                              dipintal

* Ing gulune ana kalunge dadhung kang kukuh
* Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal
* In her neck is a twisted rope of palm fiber